Siapa sih yang mau jadi “si paling biasa”? Jika Anda memiliki pasangan, tentu tidak ingin menjadi sosok yang biasa saja; tentunya berusaha berlaku sebagai orang yang spesial.

Hal yang juga perlu dilakukan sebagai sebuah brand, Anda tidak boleh sekadar menjadi biasa saja. Yuk cek, 3 alasan brand Anda tidak boleh “biasa” saja:

1. Menjadi Brand yang “Biasa” Saja Membuat Audiens Anda Merasa Bosan.

Gimana sih rasanya menonton pertandingan bola di mana kedua tim sama-sama menerapkan strategi bertahan, jarang ada tembakan yang menyasar ke gawang dan tidak ada gol sama sekali. Sebagai penonton, Anda bosan bukan?

Di dunia ini banyak bisnis yang bergerak pada bidang yang sama seperti Anda. Lantas ketika branding yang diterapkan pada bisnis Anda sama seperti bisnis lainnya dan terjadi dalam waktu yang lama, audiens pun akan merasa bosan.

Audiens cenderung mencari sesuatu yang berbeda, termasuk gaya branding yang dihasilkan dalam bisnis Anda; maka brand Anda tidak boleh “biasa” saja. 

Sejumlah orang bersorak di kursi stadion sepak bola, sedang menyemangati pemain bola
2. Menjadi Biasa Akan Membuat Audiens Melupakan Anda.

Memulai bisnis dengan grand opening besar-besaran dan promo dengan harga miring mungkin akan menarik perhatian dari banyak orang. Namun ketika Anda tidak melakukan banyak hal lain, yakinkah orang akan ingat dengan bisnis Anda?

Setiap bulannya, atau bahkan setiap minggunya di kota besar, akan selalu ada bisnis baru yang mulai beroperasi dan melakukan kegiatan promosi seperti yang dulu Anda lakukan.

Jika Anda hanya menjalankan usaha Anda dengan konsep branding yang sama seperti bisnis pada umumnya, dampaknya audiens akan melupakan bisnis Anda. Tentu Anda ingin bisnis selalu diingat atau bahkan menjadi top of mind dari audiens, maka brand Anda tidak boleh “biasa” saja.

3. Menjadi biasa akan lambat laun membuat bisnis Anda bangkrut.

Banyak artis Indonesia yang merasa bahwa bisnis yang mereka buat adalah sesuatu yang spesial dan menjadi nilai jual. Nyatanya tidak! Terlebih dengan banyaknya artis lain yang juga turut membuat bisnis yang sama.

Contohnya saja brand Surabaya Snowcake yang didirikan oleh artis Zaskia Sungkar. Pada awalnya memang kue ini memiliki peminat yang tinggi, tetapi semakin menurun bahkan tutup. Faktanya, Snowcake bukanlah kue khas Surabaya dan brand yang dibuat tidak memiliki keunggulan yang kuat, selain nama artis di belakangnya.

Bangkrut merupakan mimpi buruk bagi pengusaha. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, maka brand Anda tidak boleh “biasa” saja.

Be Bold or Be Italic, never regular!

Membaca tiga alasan di atas, seharusnya Anda sudah paham bahwa brand Anda tidak boleh “biasa” saja. Lantas bagaimana seharusnya membranding bisnis Anda?

Dalam konteks penulisan, bold ataupun italic merupakan penanda yang membedakan suatu teks dengan teks lainnya. Umumnya bold digunakan sebagai penanda judul maupun sub-judul, dan italic digunakan sebagai penanda bahasa asing.

Hal yang sama perlu dilakukan dalam konteks branding. Pertegas keunikan dari bisnis maupun tunjukkan perbedaan yang dimiliki bisnis Anda dibandingkan kompetitor maupun bisnis serupa lainnya.

Sadari pentingnya membentuk brand yang tegas dengan mempercayakan Melon Branding sebagai partnermu. Hubungi kami lebih lanjut melalui hello@melonbranding.com atau kunjungi Instagram @melonbranding ya!

Leave a reply

Your email address will not be published.