Pernahkah Anda mengalami kebimbangan ketika sedang menulis sebuah artikel? Khususnya bimbang ketika harus memilih suatu pilihan kata yang tepat. Misalnya untuk menunjukan waktu 30 menit, sebaiknya Anda tulis menggunakan frasa “setengah jam”, atau tulis dengan frasa “30 menit”? Hal-hal seperti itu seringkali terjadi pada seorang penulis, bahkan hal tersebut juga seringkali terjadi pada copywriter profesional sekalipun. Pemilihan kata seperti itulah yang disebut sebagai word smithing. Sebelum membahas apa itu word smithing lebih dalam, sebaiknya perlu diketahui apa pengertian dari word smithing itu sendiri.

Menurut Merriam-Webster.com, wordsmith merupakan seseorang yang bekerja pada bagian tulis-menulis, dengan kata lain wordsmith adalah seseorang yang pandai merangkai kata-kata pada suatu tulisan, sehingga tulisan tesebut dapat memberikan suatu efek spesial bagi para pembacanya. Dikutip dari buku William Zinsser “On Writing Well” terdapat salah satu aturan yang cukup esensial bagi para perangkai kata atau wordsmith, yaitu gunakanlah kata-kata yang simple namun tepat. Tentu saja cara kita mengetahui kata-kata simple namun tepat tersebut tidak datang dengan sendirinya, diperlukan latihan secara terus-menerus agar Anda terbiasa dan bisa menjadi seorang wordsmith yang handal.

Dalam rangka belajar untuk menjadi wordsmith yang handal, terdapat beberapa poin penting yang bisa diterapkan dalam menulis sebuah artikel. Dalam buku On the Art of Writing Copy karya Herschell Gordon Lewis dituliskan bahwa, ada 4 poin yang perlu diperhatikan.

Kejelasan
Saat menulis suatu artikel, pemilihan kata dan frasa merupakan hal yang paling penting dalam menentukan kejelasan sebuah kalimat. Jangan gunakan kata-kata atau frasa yang akan membuat pembaca bingung sehingga akan mengganggu pesan yang ada pada artikel tersebut.

Pilihan kata
Pemilihan kata yang tepat merupakan kunci dari suatu penulisan. Kata-kata yang dipilih tentu saja harus merupakan kata yang dapat meyakinkan pembaca akan suatu produk/jasa yang sedang Anda tawarkan. Ceritakan kepada pembaca Anda mengenai keuntungan dan kelebihan apa yang akan di dapat jika mereka menggunakan  produk/jasa Anda.

Pilihlah kata-kata secara spesifik (khusus)
Pemilihan kata-kata yang spesifik dapat memicu reaksi emosional yang jauh lebih besar dibandingkan jika menggunakan kata-kata umum. Semakin spesifik kata yang dipilih, semakin terkontrol emosi pembacanya. Seorang wordsmith bisa menentukannya melalui kata-kata yang dipilihnya.

Libatkan pembaca
Libatkanlah pembaca dengan cara menggunakan kata “Anda” pada tulisan yang dibuat. Hal tersebut akan menimbulkan suatu perasaan spesial dan eksklusif, pembaca akan merasa terlibat dalam apa yang sedang terjadi di tulisan yang Anda buat. Contoh, jika sebelumnya Anda menulis sebuah kalimat seperti “1.500 orang di dunia memiliki keberanian yang luar biasa”, sekarang ubah tulisan Anda menjadi “Anda dan 1.499 orang lainnya di dunia memiliki keberanian yang luar biasa”. Dengan menambahkan kata “Anda” di depan kalimat tersebut, maka akan menjadikan pembaca merasa dilibatkan dalam tulisan yang Anda buat.

Dengan begitu, maka dapat disimpulkan bahwa wordsmithing merupakan suatu pemilihan kata yang dilakkan oleh seseorang guna memberikan efek tertentu bagi para pembacanya. Menjadi seorang wordsmith merupakan hal yang mungkin dan bisa terjadi. Anda tidak serta merta menjadi seorang wordsmith yang handal tanpa latihan yang tekun. Inspirasi, memiliki tujuan, serta keinginan untuk memahami lebih lengkap tentang apa yang kita baca dan bagaimana mengembangkan suatu teks tertulis melalui penggunaan bahasa yang lebih luas, merupakan bahan utama untuk menjadi seorang wordsmith yang kompeten.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *