Seperti yang sempat dibahas pada artikel blog Melon sebelumnya, scary marketing bukan melulu berarti strategi marketing yang berbau horror, menyeramkan, apalagi suram. Tidak juga selalu berhubungan dengan event dengan kesan serupa seperti Halloween. Scary marketing juga bisa diartikan sebagai strategi marketing yang bertujuan “menakut-nakuti” customer yang justru menarik perhatian customer sebagai outcome-nya. 

Dalam scary marketing, pebisnis dapat “menakut-nakuti” customer-nya dengan berbagai fitur atau taktik marketing. Contoh strategi scary marketing yang paling sering dijumpai adalah premium subscription atau membership, newsletter subscription, hingga limited promo yang dengan sengaja diberikan tenggat waktu tertentu. Strategi-strategi tersebut terbukti jitu menarik customer

Berikut beberapa alasan mengapa kamu sebaiknya memanfaatkan scary marketing sebagai strategi marketing bisnismu.

Mengundang Rasa Penasaran Calon Customer

(Sumber: Pexels)

Scary marketing memang sangat menarik perhatian karena dapat memunculkan perasaan penasaran di benak calon customer. Dengan wording yang cerdas hingga design yang eye-catching, scary marketing dijamin jadi jurus jitu menarik perhatian pelanggan. 

Kamu bisa tingkatkan awareness brand-mu dengan scary marketing. Buat gebrakan besar yang berpotensi menggegerkan publik. Kamu bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana meningkatkan awareness brand-mu atau produk/jasa yang ingin kamu jual. Buat masyarakat bertanya-tanya brand apa yang sedang hangat dibicarakan orang-orang saat ini sehingga mereka tergerak untuk mencari tahu lebih jauh dan akhirnya tertarik dengan bisnismu. 

Sebagai contoh, brand produk kecantikan Scarlett Whitening, pada awal September lalu mengeluarkan video sneak peak Star Ambassador terbarunya di laman Instagram resmi mereka. Sosok misterius yang wajahnya tidak terlihat dengan jelas tetapi mampu dikenali langsung oleh publik, sukses menarik perhatian lebih banyak orang termasuk sekelompok orang yang sebelumnya bukan pelanggan tetap brand tersebut. Meski brand tersebut sudah banyak dikenal, tetapi Scarlett Whitening tetap membuat gebrakan tersebut untuk meningkatkan awareness brand dan produk-produknya. Terbukti strategi marketing tersebut sukses besar dan saat ini video tersebut sudah dilihat sebanyak 3 juta kali. 

"Memanipulasi" Customer agar Impulsif

(Sumber: Pexels)

Pernahkah kamu membeli sesuatu yang baru kamu lihat iklannya di internet beberapa menit sebelumnya secara impulsif? Tentu saja kamu pernah. Entah itu karena tergoda dengan deskripsi maupun klaim produk tersebut, ataupun karena tawaran diskon dan promo lainnya yang sangat menggiurkan. Tahukah kamu jika hal tersebut sebenarnya termasuk ke dalam strategi scary marketing?

Setelah menanamkan perasaan penasaran di benak calon customer, selanjutnya scary marketing akan menggerakkan perasaan tersebut ke tindakan impulsif. Dengan menghadirkan tawaran yang menjanjikan dan menguntungkan pembeli, kamu berkesempatan “memanipulasi” perasaan tertarik dan penasaran calon customer-mu untuk bertindak impulsif. Salah satu contoh yang dengan mudah bisa kamu tiru ialah, memberikan promo atau diskon dengan tenggat waktu tertentu. 

Kamu bisa sisipkan bahwa promo hanya berlaku dalam waktu satu atau dua hari, atau bahkan hanya dalam beberapa jam. Kamu juga bisa menyebutkan bahwa stok terbatas sehingga calon customer-mu akan merasa butuh untuk membeli sesegera mungkin karena takut kehabisan. Tentu strategi scary marketing seperti ini sangat cerdas dan efektif karena sudah banyak bisnis-bisnis yang mempraktikannya.

Pasif-Agresif: Tidak Ada Batasan antara Soft Selling dengan Hard Selling

(Sumber: Pexels)

Perbedaan antara hard selling dan soft selling bermuara pada satu faktor: waktu. Hard selling adalah upaya untuk membuat pembeli mengambil tindakan saat itu juga. Sebaliknya, soft selling adalah pendekatan bertahap. Ketika seorang sales profesional merangkul soft selling, mereka meluangkan waktu untuk membiarkan calon pembeli berpikir sebelum akhirnya benar-benar membeli.

Menariknya, dalam scary marketing, keduanya dapat dijalankan secara bersamaan. Dengan scary marketing, kamu tidak dengan gamblang membujuk calon customer untuk langsung membeli saat itu juga. Kamu menampilkan iklan dan tawaran brand-mu dengan strategi marketing soft selling. Namun, dengan perasaan penasaran yang sudah sukses menarik perhatian calon customer, mereka dengan impulsif dan tanpa pikir panjang akan langsung membeli saat itu juga karena perasaan takut terlewat yang timbul dalam benaknya.

Salah satu contohnya adalah penawaran berlangganan premium atau keanggotaan (membership). Kamu hanya perlu menyebutkan apa saja keunggulan dan keuntungan yang didapat dari fitur tersebut tanpa perlu menuliskan dengan huruf besar dan tebal kalimat seperti BERLANGGANAN SEKARANG JUGA. Meski begitu, calon customer akan langsung tertarik dan berlangganan secepatnya karena takut melewatkan tawaran-tawaran tersebut jika tidak segera mendaftarkan diri sebagai anggota premium.

Nah, itu tadi beberapa alasan mengapa scary marketing termasuk marketing yang jitu untuk diaplikasikan pada bisnismu! Dengan strategi scary marketing ini, dijamin perhatian calon customer akan langsung tertuju pada produk atau jasa yang kamu tawarkan, hanya tinggal strategi kamu selanjutnya apakah bisa mengarahkan perhatian customer tersebut ke tindakan selanjutnya?

Mau aplikasikan scary marketing khusus yang paling tepat sebagai strategi brand-mu? Atau kamu ingin membangun strategi digital marketing untuk brand kamu? Konsultasikan ke kami sekarang juga melalui e-mail cs.melonbranding@gmail.com atau follow Instagram @melonbranding ya!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *