Kata siapa brand storytelling strategy perlu modal yang besar?

Di era serba digital ini, kamu sebenarnya memiliki keuntungan yang besar dalam hal biaya marketing. Kamu tidak perlu membagikan ceritamu dalam bentuk cetak seperti buku atau CD. Kamu bisa menjalankan strategi marketing storytelling dengan membagikannya di media sosial atau platform digital lainnya. Cerita bisa berbentuk tulisan, gambar, suara, hingga video. Dengan storytelling marketing, kamu menjalankan strategi marketing dengan membagikan pesan melalui cerita yang ingin kamu sampaikan pada audiensmu dengan tujuan menumbuhkan perasaan simpati mereka dan mendapatkan dukungan jangka panjang.

Yang paling simple dan paling banyak dilakukan oleh brand-brand saat ini ialah melakukan storytelling marketing melalui Instagram. Dilansir dari AdEspresso, pada Januari 2020 saja, terhitung ada hampir 1 miliar pengguna aktif bulanan di Instagram. 1 miliar adalah angka yang besar, dan menempatkan Instagram di belakang Facebook (2,8 miliar) tetapi di depan sebagian besar situs jejaring sosial lainnya, termasuk Twitter (yang memiliki audiens “terjangkau” sebanyak 353 juta) dan Pinterest (459 juta).

Dengan jumlah pengguna sebanyak itu, banyak pengusaha memanfaatkan Instagram sebagai platform utama dalam menjalankan bisnis mereka termasuk strategi marketing-nya. Melalui feature post, reels, hingga story Instagram, storytelling dapat dengan mudah dibagikan dan diakses. 

Perlu diingat, tujuan utama dari strategi marketing brand storytelling adalah membangun ikatan emosional antara brand dengan audiensnya sehingga para pengikut mereka dapat memberikan dukungan maksimal terhadap brand. Jadi, poin utama yang perlu kamu perhitungkan terletak pada esensi cerita dan pesan yang ingin kamu sampaikan, bukan visual medianya. 

Berikut kami berikan beberapa sudut cerita yang bisa kamu ambil sebagai bagian dari storytelling marketing-mu.

Ceritakan bagaimana brand-mu tercipta dan merintis

(Sumber: Pexels)

Dalam brand storytelling tentu kurang rasanya jika tidak membagikan kepada audiens bagaimana latar belakang dari brand-mu. Bagaimana brand-mu tercipta? Mengapa kamu tergerak untuk menciptakan brand-mu? Tidak hanya itu, kamu juga bisa membagikan cerita bagaimana sampai kamu bisa menciptakan produk atau layanan yang kamu jual. Apa ide yang mendasari terciptanya produk atau layanan brand-mu?

Bagikan itu semua kepada audiensmu sehingga mereka dapat mengetahui ceritamu. Membuat mereka merasa lebih dekat dan lebih mengenal brand-mu. Sebab faktanya, seringkali brand storytelling strategy ini dianggap strategi marketing paling jitu dalam menarik simpati calon customer karena cerita brand yang inspiratif dan memotivasi bagi mereka. 

Bagikan cerita pengikutmu kepada audiensmu yang lain

(Sumber: Pexels)

Selain brand storytelling, followers storytelling juga tidak kalah jitu dalam menarik perhatian calon pembeli. Sama seperti brand storytelling, dalam followers storytelling ini audiensmu juga akan merasa lebih dekat dengan brand-mu. Melalui storytelling marketing, kamu membuat brand-mu bukan hanya  sekadar perusahaan yang menjual suatu produk atau layanan, tetapi juga sebuah komunitas yang berisikan pendiri brand tersebut dan orang-orang yang mendukungnya. 

Dengan membagikan cerita dari salah satu pengikutmu, pengikutmu yang lain akan merasa memiliki ketertarikan emosional yang lebih kuat. Para audiensmu akan merasa saling terhubung karena merasakan perasaan yang sama atau memiliki cerita yang serupa. 

Bagikan cerita tim brand-mu hingga company culture

(Sumber: Pexels)

Storytelling marketing tidak melulu berputar pada penjual dan pembeli, tetapi bisa juga mengambil angle dari segi tim atau pegawai yang bekerja untuk brand-mu. Bagikan cerita dari sudut pandang pekerjamu. Apa yang mereka rasakan terhadap brand-mu secara personal? Mengapa mereka pada akhirnya memilih untuk bekerja bersama brand-mu? Apa kultur perusahaan yang paling mereka sukai? Apa arti dari produk atau layanan yang mereka ciptakan bersama dengan brand? Apa kontribusi mereka dalam membangun brand-mu? Dan terakhir, apa suka dan duka yang mereka rasakan selama bekerja bersama brand-mu?

Kembali lagi, dalam storytelling marketing, brand tidak hanya sekadar merek usaha, melainkan menjadikannya sebuah komunitas. Pembeli, penjual, dan orang-orang di balik layar yang mendukung mereka saling terhubung satu sama lain. Bagikan cerita dari sudut baru dan buat audiensmu merasa semakin mengenal brand kamu.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menyampaikan cerita dan pesanmu melalui brand storytelling strategy. Cerita tidak semata-mata untuk menghibur, tetapi juga membuat seseorang merasakan sesuatu hingga merasa terbujuk melakukan suatu tindakan. Dengan cerita dan cara yang tepat sasaran, kamu bisa memanfaatkan brand storytelling strategy untuk semakin mengembangkan bisnismu.

Mau membuat membangun brand storytelling strategy yang tepat sasaran untuk bisnismu? Atau kamu ingin membangun strategi marketing lainnya untuk brand kamu? Konsultasikan ke kami sekarang juga melalui e-mail cs.melonbranding@gmail.com atau follow Instagram @melonbranding ya!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *