Influencer marketing strategy atau strategi pemasaran influencer adalah salah satu cara paling efektif untuk memperluas jangkauan perusahaan Anda, meningkatkan kredibilitas di industri Anda, dan menetapkan diri Anda sebagai thought leader dalam bidang keahlian Anda. Saat ini media sosial merupakan media utama untuk menjalanan strategi influencer marketing, ini karena kecepatannya dalam penyebaran informasi. Mengajak kerjasama influencer dalam strategi marketing bukanlah hal yang aneh di era digital ini. Pemasaran lewat influencer dianggap efektif untuk meningkatkan penjualan bahkan menciptakan kesadaran akan produk yang dijual.

Apa Itu Influencer Marketing?

Influencer marketing adalah cara untuk memanfaatkan status individu atau sekelompok orang dalam organisasi Anda untuk meningkatkan profil dan kedudukan perusahaan secara keseluruhan. Pendiri dan Chief Technology Officer WordStream, Larry Kim, dianggap sebagai influencer atau pemberi pengaruh dalam penelusuran berbayar (paid search), pemasaran konten (content marketing), dan ruang media sosial (social media space). Influencer marketing berhasil karena tingginya tingkat kepercayaan yang dibangun oleh influencer sosial dengan pengikut mereka, dan rekomendasi dari mereka berfungsi sebagai bentuk bukti sosial kepada calon pelanggan brand Anda. Namun, influencer marketing tidak hanya memanfaatkan citra seseorang untuk meningkatkan penjualan dari suatu produk, tetapi influencer juga harus bisa membangun relasi antara brand dengan target atau calon konsumen dengan dasar kepercayaan.

Menurut Adweek, industri ini akan mencapai nilai $10 miliar pada tahun 2020. Meskipun influencer marketing Instagram adalah strategi yang terkenal, tapi ada banyak jaringan lain yang juga berkembang untuk influencer. Jaringan lain seperti Snapchat, YouTube dan TikTok memiliki kelompok influencer mereka sendiri dengan demografi yang berbeda. Menurut survei yang dilakukan oleh Mediakix pada tahun 2018 lalu, sebesar 89% mengatakan ROI dari influencer marketing sebanding atau lebih baik daripada jaringan lain. Survei yang sama mencatat bahwa 65% pemasar berencana meningkatkan anggaran mereka di 2019.

Meskipun banyak orang membuka situs brand atau retail saat mencari tahu tentang suatu produk sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut, menurut infografis The Shelf, sebesar 56% pembeli online pergi ke situs retail dan 34% pergi ke situs brand. Mereka sering kali sudah melakukan penelitian sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan transaksi di retail atau brand website. 31% pembeli online memeriksa ulasan dan konten lain yang berkaitan dengan produk yang ingin mereka beli di blog.

Saat berencana membeli sesuatu, calon konsumen terlebih dahulu beralih ke blogger favorit mereka, entah itu YouTuber, selebgram dan tokoh media sosial tepercaya lainnya. Mereka meminta “nasihat” dari orang yang mereka percayai secara online. Mereka beralih ke orang-orang yang cukup mereka yakini untuk memengaruhi keputusan pembelian mereka, yaitu ke influencer.

Baca juga: Rahasia Membangun Kepercayaan Konsumen

Berikut adalah langkah-langkah untuk strategi influencer marketing Anda.

Tentukan Target Audiens Anda

Dikutip dari Semrush Influencer marketing dimulai dengan mengidentifikasi target pelanggan Anda dan memahami siapa yang memengaruhi cara mereka menemukan, mengevaluasi, dan memutuskan untuk membeli produk yang sedang Anda promosikan.

Agar kampanye influencer berhasil, pertama-tama Anda harus tahu siapa target Anda secara spesifik, siapa yang Anda coba pengaruhi. Semakin ketat Anda menentukan target audiens, semakin mudah menemukan influencer yang relevan. Meskipun Anda belum menetapkan target audiens secara formal, tetapi Anda harus mengetahui jenis orang yang biasanya membeli produk Anda.

Jangan sekali-sekali mencoba untuk menargetkan semua orang alias target tidak terfokus. Pilih fokus target yang tepat agar pemasaran yang Anda lakukan tertuju dengan tepat. Produsen produk komoditas sehari-hari, seperti roti dan tisu toilet saja mencoba membedakan pemasarannya. Itulah mengapa mereka membuat target dengan fokus yang spesifik itu penting, misalnya target brand A menargetkan kisaran orang-orang yang menyukai kualitas yang otomatis harga jualnya lebih tinggi, sedangkan brand B menargetkan kisaran untuk anggaran yang lebih terjangkau dengan kualitas yang cukup baik namun dibawah dari kualitas yang ditawarkan oleh brand A.

Tentukan Tujuan

Sebelum Anda dapat membuat influencer marketing strategy, Anda harus terlebih dahulu menentukan apa yang ingin Anda capai. Tujuan Anda mungkin sesuatu yang kecil seperti mendapatkan sejumlah pengunjung tambahan ke situs web Anda, ingin mereka mendaftar untuk langganan newsletter Anda atau, Anda dapat memilih untuk terlibat dalam pemasaran influencer dengan tujuan meningkatkan penjualan produk tertentu dengan persentase tertentu.

Tidak mungkin Anda mengukur apakah kampanye berhasil atau tidak jika Anda belum menetapkan tujuan apa pun. Jangan sampai target yang Anda tentukan tidak tercapai akibat salah melakukan pendekatan. Contoh sederhananya adalah jika Anda ingin meningkatkan penjualan sekaligus visitor dalam website, Anda bisa mengajak para influencer tersebut untuk bekerjasama mempromosikan kode voucher yang hanya bisa di-redeem dalam website.

Tentukan Influencer yang Tepat

Alasan seluruh bisnis memutuskan untuk melakukan influencer marketing adalah untuk memperluas jangkauan konten yang berkaitan dengan produk atau layanan mereka seluas-luasnya. Selama bertahun-tahun sebelumnya, iklan adalah satu-satunya media promosi yang digunakan untuk mempromosikan produk mereka. Tetapi masalahnya adalah orang-orang saat ini cenderung lebih menyukai sesuatu yang dapat mereka lihat secara langsung melalui seseorang yang mereka percayai mempunyai kredibilitas dibidangnya. Konsumen akan cenderung mengandalkan influencer andalannya untuk memenuhi rasa penasaran mereka dan mereka akan mengikuti apa yang direkomendasikan oleh influencer tersebut.

Dilansir dari Influencer Marketing Hub influencer memberikan kepercayaan dan keaslian yang diperlukan konsumen untuk cukup percaya pada suatu produk sehingga mereka berani mengambil risiko untuk membelinya.

Tapi satu hal penting yang perlu Anda ingat, influencer bukan hanya soal popularitas. Orang tidak secara otomatis menjadi influencer karena mereka memiliki banyak pengikut di media sosial. Influencer adalah seseorang yang dianggap banyak orang sebagai pemimpin pada suatu topik. Jadi, jika Anda ingin melakukan kampanye influencer marketing yang sukses, Anda perlu menemukan orang-orang yang dipandang oleh audiens target Anda sebagai thought leaders.

Anda sudah menentukan siapa target audiens untuk kampanye influencer Anda. Oleh karena itu, Anda perlu memetakan lanskap influencer untuk menentukan siapa yang benar-benar memberikan pengaruh kepada audiens target Anda.

Selain itu, ada beberapa langkah yang bisa Anda gunakan dalam menentukan strategi influencer marketing. Untuk langkah-langkah berikutnya dalam menentukan strategi influencer marketing selanjutnya akan dibahas di part selanjutnya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *