Logika vs Etika Berbisnis

Logika vs Etika Berbisnis

Logika itu berbicara tentang benar dan salah sedangkan etika berbicara tetang baik dan buruk. maka,  jika apa yang kita lakukan secara logis salah belum tentu salah seluruhnya, karena ada pertimbangan kedua yaitu etika. Etika akan melihat apakah yang kita lakukan dalam suatu sistem akan memberikan pengaruh/dampak yang baik atau buruk terhadap lingkungan. berikut adalah logika dan etika dalam berbisnis.

Kita harus bersandar kepada Tuhan
Tidak ada yang bisa membuat kita berhasil tanpa kehendak Tuhan yang mengijinkan dan mengatur segala sesuatu yang terjadi didalam dunia ini.

Kita harus membuat orang lain kaya.
Ada beberapa pertanyaan seperti "lho, kalau kita buat orang lain kaya terus kapan kita kaya?". Dengan kita memperkaya orang lain, kita mendapat celah. Celah apa? celah berupa koneksi, bantuan, dll.

Kuncinya : jangan pernah takut jika orang lain lebih kaya daripada kamu.

 Bantulah orang lain mencapai cita - citanya.
contoh kasus: ada seorang OB diperusahaan Bong Chandra yang mengatakan ingin kuliah lagi, Bong Chandra mengijinkan dan membiayai OB tersebut belajar dan berhasil menjalankan usaha, dan Tuhan memberikan timbal baliknya kepada Bong Chandra lewat OB nya tersebut yang kini menjadi partner kerjanya.

 Buatlah wadah yang besar.
Misalnya, kita punya perusahaan restoran, lalu lambat laun restoran kita sepi. daya tariknya berkurang. Omset menurun, bahkan merugi. artinya wadahnya sudah menjadi kecil dan jenuh. Kita harus perbaharui restoran itu, entah dengan menunya, fasilitas, tempatnya atau promosinya. Kita harus membuat wadah yang besar untuk mendapatkan hasil yang besar juga.

 Jadilah saluran berkat untuk banyak orang
Banyak dari kita yang berpikir "kapan balik modal jika kita hanya memikirkan kemakmuran banyak orang dan bukan kemakmuran perusahaan kita sendiri?" Diumpamakan seperti gelas jika diisi air hingga penuh akan mengalir keluar dari gelasnya begitu juga seharusnya kita menjadi berkat bagi orang lain, semakin kita diberkati semakin berbagi, bukan semakin pelit.

Jika ada pertanyaan, "Bagaimana kalau kita belum untung? apakah kita harus memikirkan kesejahteraan pegawai atau orang lain?" Ya untuk memikirkan kesejahteraan pegawai tentu, seorang pembisnis memiliki tanggung jawab mengepalai banyak tenaga kerja dibawahnya jika kita ingin menjadi perusahaan yang sukses berikanlah apa yang menjadi hak pekerja. Gaji yang sesuai dengan pekerjaan, jangan ditahan - tahan. tidak akan menambah keuntungan bagi perusahaan, bahkan dapat membawa musibah.

 Jangan Serakah
sifat keserakahan inilah yang tidak begitu disadari oleh para pembisnis yang sedang naik daun. sedangkan sebagai pembisnis setiap langkah yang dipilih adalah kesempatan sekaligus resiko. Jika kita mengambil pilihan yang salah karena kita serakah mengambil langkah terlalu cepat tanpa berpikir panjang.

 Buatlah perusahaan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Ini adalah poin yang paling saya ingat sangat jelas. Ini yang menjadi landasan saya membuat jasa iklan gratis untuk para toko online karena saya ingin membuat perusahaan yang bermanfaat bagi orang banyak. Jangan menjadi orang yang egois yang hanya memikirkan keuntungan diri sendiri tapi belum memberikan kontribusi apa apa untuk sesama dan negara kita, Indonesia.

Semoga artikel ini dapat membuka cara berpikir anak muda agar semakin kritis dalam mengembangkan bisnis di Indonesia, dan memperbaiki taraf perekonomian dan sosial di negeri kita ini.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *