Panduan Singkat untuk Mendapatkan Prospek

Panduan Singkat untuk Mendapatkan Prospek

Prospect atau Prospek adalah salah satu hal yang sering disebut dalam dunia bisnis. Prospek adalah orang-orang yang tertarik pada suatu brand. Orang-orang ini akan menjadi customer atau pelanggan brand tersebut. Tentunya, prospek pun menjadi hal yang sama pentingnya dengan pelanggan atau customer tersebut. Jadi, mencari prospek adalah salah satu tujuan yang perlu dilakukan oleh brand.

Namun, sebenarnya bagaimana cara mencari prospek yang benar dan menjadikan mereka pelanggan? Melon Branding sudah merangkumkan panduan khusus untuk mendapatkan prospek untuk Anda berikut ini.

Strategy & Branding

Sumber: https://ivanhoe.pro/

Proses pertama adalah dengan mencari Strategy & Branding dari sebuah brand. Brand harus memiliki beberapa hal dasar, yakni Visi dan Misi, Pesan, dan Visual Standard. Visi dan Misi adalah tujuan brand tersebut ada dan bagaimana cara menggapainya. Tentu hal ini penting sekali karena tidak bisa sebuah brand berjalan tanpa tujuan yang jelas. Sementara itu, Pesan adalah pesan yang ingin disampaikan oleh brand tersebut. Apa nilai yang ada di dalam brand yang ingin ditampilkan pada audiens. Dan visual standard berhubungan dengan ciri khas brand berupa warna dan style desain serta logo. Ketiga hal itu adalah hal dasar yang perlu dipikirkan secara matang. Karena, ketiga hal inilah yang akan menjadi penentu masa depan brand. Ketga hal ini yang menjadi Strategy & Branding sebuah brand yang nantinya akan membantu untuk memudahnya proses mencari prospek.

Web Design & Content (Planning)

Sumber: https://futurecdn.net/

Berdasarkan ketiga hal dasar tersebut, barulah sebuah brand bisa membuat hal-hal lain seperti Web Design & Content. Seperti namanya, Web Design artinya adalah desain web. Desain web ini tidak hanya berlaku untuk website saja, namun bisa juga dipakai di media sosial lain seperti Facebook, Instagram, Pinterest, dan lainnya. Desain-desain ini tentu tidak boleh sembarangan dibuat, harus sesuai dengan tiga hal dasar yang sebelumnya sudah dibuat. Jangan sampai desain tersebut malah bertolak belakang dengan visi & misi, pesan, dan visual standard. Hal kedua yang dapat dilakukan setelah mendapat ketiga hal dasar sebelumnya adalah Content. Content atau konten adalah apa yang ingin dimasukkan dalam website atau media sosial. Konten biasanya berisi hal-hal yang berhubungan dengan brand seperti informasi tentang brand, produk, dan informasi umum lain. Lagi-lagi, konten tidak bisa dibuat tanpa adanya ketiga hal dasar, visi dan misi, pesan, dan visual standard.

Analytics & Content (Publishing)

Sumber: https://searchenginejournal.com/

Berangkat dari Web Design dan Content, brand harus memiliki analisis sendiri tentang kedua hal itu. Bagaimana tanggapan publik tentang desain yang brand miliki. Karena, bisa saja desain ternyata tidak menyampaikan tiga hal dasar pada publik dengan baik sehingga harus ada perubahan agar pesan yang ingin disampaikan tersampaikan dengan baik pada audiens. Selain itu, mungkin desain yang sudah dibuat ternyata tidak terlalu menarik sehingga brand kehilangan audiens. Jadi, perlu untuk mencoba ini itu sebelum akhirnya mendapat satu desain terbaik. Selain desain, konten yang telah di-publish pun harus melalui proses analisis. Pemilik brand harus tahu konten mana yang menarik banyak perhatian audiens dan mana yang tidak. Dari situ, pemilik brand pun bisa menentukan konten mana yang perlu diperbanyak dan konten mana yang mungkin sebaiknya dikurangi bahkan dihapus.

Promotion

Sumber: https://member365.com/

Promosi adalah hal yang benar-benar penting dan tidak dapat dilupakan. Ketiga hal di atas sudah dilakukan, namun kalau sedikit bahkan tidak ada audiens yang menikmati juga tidak bagus. Oleh karena itu, promosi harus dilakukan untuk mendapatkan prospek. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari meningkatkan SEO, media sosial, dan e-mail. Ketiga cara ini memiliki pendekatan yang berbeda. SEO berhubungan dengan kata kunci agar muncul di mesin pencarian saat satu kata kunci itu dicari, sementara media sosial berhubungan dengan tagar, dan email berhubungan dengan desain dan timing.

Prospect

Sumber: https://learn.g2.com/

Setelah melakukan semua itu, barulah brand akan mendapatkan prospek. Orang-orang yang tertarik dengan brand tersebut. Semua orang bisa tertarik dengan brand tersebut. Namun, tidak semua orang yang tahu bisa menjadi prospek. Prospek adalah mereka yang memberikan aksi pada brand, minimal, di media sosial, memberikan like atau mensubscribe atau memfollow akun brand tersebut. Hal itu menunjukkan jika mereka tertarik. Dari prospek itu akan tumbuh berkembang menjadi pelanggan dan pelanggan bisa jadi melakukan repeat order.

Kelima cara ini adalah cara yang standar dilakukan sebuah brand untuk mendapatkan prospek atau orang-orang yang tertarik dengan brand tersebut. Tentu tidak mudah karena prosesnya cukup panjang dan kemungkinan untuk gagalnya pun tinggi. Tapi, dengan ketelatenan tinggi, apalagi jika punya bagian tersendiri yang menangani hal ini dengan profesional, maka mendapatkan prospek akan lebih mudah. Seperti Melon Branding yang sudah berpengalaman menangani masalah serupa. Jika Anda butuh bantuan untuk membantu Anda mendapatkan prospek atau membutuhkan bantuan dan saran untuk mengelola konten media sosial Anda, Anda bisa menghubungi social media specialist kami di Melon Branding Agency di 083878014025 dan kami akan membantu Anda untuk meningkatkan kualitas bisnis Anda di media sosial yang dibutuhkan.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *