Peran Human Resources dalam Mempersiapkan Karyawan Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Peran Human Resources dalam Mempersiapkan Karyawan Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 merupakan istilah yang menandakan perubahan zaman di bidang industri. Jika sebelumnya industri masih mengandalkan tenaga manusia dalam proses produksi barang, saat ini barang dibuat secara masal dengan menggunakan mesin dan berteknologi canggih. Revolusi Industri 4.0 ini mengintregasikan antara teknologi cyber dan teknologi otomatisasi. Dampak era revolusi industri 4.0 adalah dalam penerapannya tidak lagi memberdayakan tenaga kerja manusia, sebab semuanya sudah menerapkan konsep otomatisasi.

 

Manusia yang dulunya diperlukan untuk digunakan tenaganya di berbagai sektor, kini banyak diantara mereka yang harus rela tenaganya digantikan dengan adanya mesin-mesin komputasi. Tentunya hal ini menimbulkan masalah yang cukup kompleks dalam hal status mental seseorang. Adanya gangguan kesehatan mental dan fisik seseorang oleh karena revolusi industri disebabkan dari adanya teknologi yang memungkin karyawan untuk selalu sedia 24 jam penuh. Selain itu, karena Industry 4.0 sedang berlangsung, karyawan harus bersaing bahkan dengan mesin. Jadi stres dapat muncul lebih giat di daerah-daerah tertentu. Untuk menanggulangi hal tersebut, maka diperlukanlah sebuah metode penyelesaian masalah yang harus dibuat oleh Human Resources Management. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang Human Resources untuk memastikan revolusi industri 4.0 ini tidak menjadi masalah bagi karyawan. Di antaranya adalah:

 

Memastikan Seluruh Karyawan Paham tentang Teknologi

Pengetahuan tentang teknologi benar-benar menjadi urgensi dalam revolusi industri 4.0 (Sumber: https://medium.com/)

Teknologi akan terus berkembang selama ilmu pengetahuan berkembang. Oleh karena itu, penting sekali bagi seseorang untuk tetap up-to-date dalam hal teknologi. Mengapa? Karena, sekali tertinggal, akan cukup sulit untuk mengejarnya. Begitupun dengan karyawan. Merupakan sebuah tanggung jawab dari HR untuk memastikan semua karyawan mengerti tentang teknologi. Paling tidak, teknologi yang digunakan dalam perusahaan. Jadi, HR bisa memberikan pelatihan-pelatihan terkait dengan teknologi ini untuk para karyawan, baik yang baru ataupun yang lama, agar mereka mendapat pengetahuan yang memadai untuk mengoperasikan teknologi tersebut. Selain itu, dengan memastikan jika karyawan memiliki pengetahuan akan teknologi, hal itu tentu akan sangat menguntungkan karena kinerja karyawan tidak akan terhambat, malah terbantu dengan teknologi tersebut.

 

Mengedepankan Inovasi Digital

Teknologi digital adalah teknologi yang akan selalu digunakan pada revolusi industri 4.0. (Sumber: https://bcg.com/)

Teknologi digital juga merupakan teknologi yang penting dan sering digunakan dalam revolusi industry 4.0. Penerapan teknologi berbasis digital sangat dibutuhkan agar perusahaan mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat. Salah satu teknologi digital yang bisa digunakan oleh HR adalah HRIS atau Human Resources Information System. Teknologi ini sangat membantu HR dalam pekerjaannya. Dengan teknologi ini, HR bisa memantau seluruh kegiatan yang terjadi di kantor yang tentunya berhubungan dengan karyawan. Selain teknologi digital untuk HR, tentu ada banyak lagi teknologi digital lainnya yang dapat membantu divisi lain dalam pekerjaannya. HR bisa meminta teknologi tersebut untuk segera digunakan agar dapat mengikuti perkembangan.

 

Menjaga Komunikasi Antar Karyawan

Walaupun sudah ada komunikasi secara digital, komunikasi langsung antar-karyawan masih tetap dibutuhkan. (Sumber: https://atlassian.com/)

Walaupun mengandalkan teknologi digital, bukan berarti karyawan tidak harus berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Justru, di sinilah peran HR untuk memastikan hal itu tetap terjadi walaupun mereka sudah bekerja dalam dunia digital. HR harus memastikan jika semua karyawan harus berkomunikasi secara langsung, minimal dengan teamnya sendiri. Komunikasi ini bisa berupa koordinasi, diskusi, atau evaluasi secara tatap muka. Hal ini juga bisa memperkuat kerjasama antar individu sehingga menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dan nyaman. 

 

Menerapkan Kualifikasi Baru

Kualifikasi baru yang menekankan pada kemampuan teknologi adalah hal yang perlu diberlakukan agar mendapat SDM yang dapat bekerja dalam revolusi industri 4.0 (Sumber: https://dnaindia.com/)

Sistem rekrutmen di era revolusi industri 4.0 juga membutuhkan kualifikasi yang baru, terutama tentang skill yang harus dimiliki oleh calon karyawan. Umumnya, seiring dengan digitalisasi yang diterapkan perusahaan, karyawan dengan kemampuan dan pengetahuan tentang SEO, digital marketing, hingga desain visual semakin dibutuhkan. Oleh karena itu, kualifikasi tersebut wajib dimasukkan dalam informasi rekrutmen. Dengan cara ini, perusahaan bisa menghemat budget untuk mengadakan pelatihan terkait pengembangan skill digital tersebut. 

 

Sudah dipastikan jika teknologi akan semakin berkembang dan skill digital akan semakin dibutuhkan. Sebagai seorang HR, seseorang harus memahami tentang skill atau kemampuan yang dibutuhkan dari seorang karyawan. Oleh karena itu, pengetahuan akan teknologi dan penggunaannya sangat penting untuk diketahui oleh semua karyawan. Tidak hanya itu, namun juga kemampuan karyawan baru pun harus disesuaikan dan ditingkatkan, minimal, karyawan baru memiliki kemampuan di bidang digital. Namun, walaupun semua sudah serba digital, komunikasi langsung antar karyawan tidak boleh lepas karena bisa meningkatkan suasana kerja menjadi lebih nyaman.

 

Hubungi Melon Branding Agency dan berkonsultasi dengan Account Executive khusus untuk Anda di 083878014025 untuk bertanya lebih lanjut tentang pemasaran perusahaan secara digital.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *