Scary Marketing Sebagai Strategi Marketing Bisnis | Melon Branding

Bulan Oktober sangat lekat dengan Halloween. Bulan menjelang Halloween dipenuhi dengan nuansa oranye labu, sarang laba-laba, hingga zombie atau makhluk-makhluk seram lainnya. Semua orang suka menjadi “seram” sehingga akan mendapatkan perhatian dari orang-orang, termasuk di dalam dunia bisnis. Meski begitu, di Indonesia sendiri Halloween bukan merupakan momen terbesar yang dirayakan oleh banyak orang yang menjadikan promo-promo hingga campaign bisnis pun tidak mewabah seperti event lainnya. Contohnya bulan suci Ramadan atau Hari Natal dan Tahun Baru.

Namun, apakah kamu tahu bahwa pemasaran takut-takut atau Scary Marketing sebenarnya tidak melulu terikat pada Halloween sehingga bisa kamu terapkan di bisnismu sepanjang tahun atau kapanpun yang kamu inginkan.

Scary Marketing sendiri sebenarnya merupakan taktik pemasaran dalam dunia bisnis yang cukup cerdas. Dengan memberi kesan “menakut-nakuti” dan membuat penasaran, kamu bisa menarik perhatian customer-mu untuk segera membeli produk/jasa yang bisnismu tawarkan.

Strategi Scary Marketing

Strategi Scary Marketing

Sumber : Pexel.com

Scary marketing atau strategi pemasaran menakut-nakuti lazimnya ditujukan agar menarik perhatian calon pembeli dengan membuat mereka penasaran. Strategi ini sangat menarik dan cerdas. Ketakutan sebenarnya bisa menjual teks atau strategi komunikasi antara penjual dan pembeli karena itu akan memicu orang untuk mengambil tindakan. Lewat strategi scary marketing ini, para customer akan dibuat ingin tahu dan tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan oleh brand.

Berikut beberapa contoh strategi scary marketing yang juga bisa kamu terapkan dalam bisnismu.

FUD (Fear, Uncertainty, Doubt)

Atau dalam bahasa Indonesianya, Ketakutan, Ketidakpastian, dan Keraguan, adalah teknik pemasaran yang didasarkan pada ketakutan dan ketidakpastian serta keraguan yang sengaja ditumbuhkan oleh pebisnis dalam benak customer. Brand kamu bisa menggunakan teknik ini dengan menonjolkan pemasaran menggunakan kata-kata yang meyakinkan customer. Sehingga calon pembeli merasa bahwa mereka memang membutuhkan produk atau jasamu segera sebelum mereka dirugikan. Dengan teknik FUD ini kamu juga bisa menjual kepada customer bahwa brand kamu adalah brand yang pasti sehingga customer akan merasa ragu untuk membeli produk serupa dari brand lain.

Tenggat waktu

Berikan deadline pembelian. Teknik ini banyak kita jumpai khususnya di marketplace online. Mereka akan mencantumkan batas tenggat waktu promo akan berakhir atau kapan koleksi produk akan berhenti diperjualbelikan sehingga pembeli merasa takut kehabisan dan memutuskan untuk membeli secepat mungkin sebelum tenggat waktu berakhir. Strategi ini paling sering dijumpai di tanggal cantik. Seperti bulan ini yaitu 10.10 yang dibuntuti dengan beragam promo menarik dari banyak brand.

Teknik ini bisa dibilang adalah teknik yang sangat efektif dalam scary marketing. Meski begitu, kamu harus terlebih dulu menanamkan keyakinan serta daya tarik akan brand kamu kepada customer melalui branding yang solid dan marketing yang menarik. Sehingga pada saat kamu menggunakan teknik scary marketing tenggat waktu ini, pembeli tidak perlu berpikir lama sebelum memutuskan untuk membeli.

VIP

Pasti kamu pernah menjumpai teknik scary marketing VIP ini dalam bentuk seruan CTA di website atau laman lainnya yang biasanya menyerukan, “Daftarkan dirimu dan jadilah bagian anggota kami untuk jadi yang paling pertama mendapatkan info promo menarik setiap bulannya!” atau semacamnya.

Dalam teknik ini, kamu membuat customer ingin menjadi bagian dari “klub” yang tidak semua orang masuki. Kamu bisa mengaplikasikan biaya pendaftaran atau dapat juga terbuka secara gratis. Pesan pemasaran berdasarkan rasa takut adalah bahwa customer akan kehilangan beberapa transaksi luar biasa jika mereka bukan anggota.

Halloween Campaign Sebagai Bagian Strategi Scary Marketing

Sumber : Pexel.com

Kembali lagi, meski strategi scary marketing bisa tidak hanya terpaku pada event Halloween, kamu juga bisa menggunakan momen ini sebagai campaign tahunan yang menarik. Campaign Halloween untuk bisnis ini juga bisa dianggap sebagai campaign yang fresh karena di Indonesia sendiri Halloween cukup jarang dijadikan sebagai campaign besar sehingga bisa memberi daya tarik tersendiri bagi brand kamu.

Berikut beberapa contoh brand dan bisnis yang pernah menggunakan Halloween sebagai campaign dan bagian marketing.

#ScaryClownNight Burger King

Di tahun 2017, Burger King memanfaatkan ketenaran film IT yang pada saat itu sedang sangat fenomenal sebagai marketing campaign Halloween-nya. Menayangkan iklan TV dengan badut sebagai ikon utamanya, Burger King sukses menarik perhatian seluruh masyarakat dunia. Tidak hanya itu, Burger King juga menawarkan Whopper Sandwich gratis kepada 500 pembeli pertama dengan persyaratan datang ke gerai menggunakan kostum badut. Hal tersebut semakin meramaikan campaign Halloween Burger King ini. Sayangnya promo tersebut hanya berlaku di Miami, Boston, LA, Austin dan Salt Lake City, Amerika  Serikat.

Monstober Rayspeed Asia

Merupakan jasa pengiriman ke luar negeri yang juga merupakan salah satu klien kami. Dengan Monstober sebagai tajuk campaign dalam momen Halloween ini, Rayspeed Asia menawarkan promo-promo menarik di setiap harinya. Tidak hanya itu, laman media sosial mereka pun dihiasi dengan template menarik yang bernuansa Halloween sehingga kesan Halloween dapat terlihat jelas dan sampai kepada customer

Mystery Book Bukune

Di tahun 2020 lalu, penerbit buku Bukune menawarkan promo menarik “Buy 2 Get Mystery Book” dan “Halloween Party” yaitu promo dan potongan harga khusus untuk koleksi buku-buku horror terbitan Bukune.

Strategi mystery selling ini juga bisa kamu terapkan pada bisnismu dengan membuat bundle misteri atau surprise dengan harga miring. Strategi ini sengat cerdas dan menarik karena sebagai pembeli dapat merasakan antusiasme membeli sesuatu tanpa mengetahui isinya seperti mendapat hadiah dan kejutan. Selain itu, dari segi bisnis, kamu bisa menjual produk yang tergolong best seller dibarengi produk lainnya yang tidak mencapai penjualan sebanyak produk best seller, sehingga penjualan setiap produk atau koleksi bisa imbang.

Pocong Hypebeast Durchvolk

Di tahun 2020 lalu, brand lokal Durchvolk merilis koleksi bertajuk Hallo-wine untuk menyambut perayaan Halloween. Mereka mengeluarkan koleksi kostum-kostum hantu khas Indonesia dengan gaya Hypebeast. Salah satu yang sempat ramai diperbincangkan ialah kostum pocong. Dengan ide yang inovatif dan kreatif seperti ini, Durchvolk sukses menarik perhatian para customer dan memberikan kesan baru pada Halloween di Indonesia.

Perayaan Halloween

Selain promo, mengadakan pesta Halloween tersendiri bisa menjadi nilai jual bagi bisnismu. Sebagai contohnya, di tahun 2019 lalu, ARTOTEL Group yang berada di beberapa kota besar di Indonesia menawarkan paket spesial yaitu menginap di Panic Room yang sudah didekorasi seseram mungkin ala Halloween. Juga tentunya dengan potongan diskon yang semakin membuat customer tertarik.

Di tahun yang sama, Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel juga menghadirkan perayaan Halloween bertemakan Brace Up Halloween Dinner Buffet di Restoran Anigre. Pembeli ditawarkan makan malam sepuasnya dengan hanya membayar sejumlah uang yang terbilang murah.

Pesta Kostum juga bisa menjadi ide perayaan Halloween sekaligus strategi marketing bisnismu. Seperti yang dilakukan Hotel Gran Melia Jakarta dengan pestanya yang bertajuk Howl-O, dan Restoran Paulaner Brauhaus Jakarta pada tahun 2019. Keduanya mengadakan kontes kostum Halloween yang menarik.

Nah, itu dia beberapa informasi mengenai scary marketing yang cerdas dan menarik yang bisa kamu terapkan untuk bisnismu. Scary marketing tidak perlu selalu didasari pada sesuatu yang suram seperti Halloween, sehingga taktik pemasaran yang satu ini dapat kamu aplikasikan kapanpun. 

Mau menerapkan scary marketing ini pada bisnismu? Atau kamu ingin membangun strategi digital marketing untuk brand kamu? Konsultasikan ke kami sekarang juga melalui e-mail cs.melonbranding@gmail.com atau follow Instagram @melonbranding ya!