Biasanya saat bulan Ramadan tiba banyak sekali penjual-penjual bermunculan. Mulai dari penjual makanan, kue kering, baju, mukena, sampai dengan aksesoris lainnya. Terlebih saat mendekati lebaran, penjual-penjual musiman makin menjamur. Jika kita berjalan saat bulan Ramadan, kita akan melihat banyak sekali dekorasi-dekorasi yang terpajang di sepanjang jalan. Disamping itu, mata kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan para penjual yang sedang menjajakan produknya kepada para calon konsumen.

Sebagai contoh, seorang produsen kue kering mengalami peningkatan omset yang cukup tinggi selama bulan Ramadan hingga lebaran tiba. Begitu pula dengan penjual-penjual lainnya. Meskipun ada banyak pesaing di saat yang bersamaan, tetapi mereka tetap mendapatkan untung yang cukup besar berkat penjualannya tersebut. Hal tersebut dikarenakan pada saat itu merupakan saat yang tepat untuk menjualkan produknya, yaitu bulan Ramadan dan menjelang lebaran.

Tetapi biasanya, ketika sorak-sorai dan dekorasi liburan menghilang, begitu pula dengan penjualan yang menguntungkan, termasuk pengecer serta produsen, dan mereka akan kembali ke titik awal mereka. Hasil penjualan yang mereka dapatkan tidak akan sama dengan hasil yang mereka terima ketika ‘musim lebaran’ sebelumnya. Setelah itu, bisnis Anda kemungkinan besar akan sepi pelanggan. Tapi apakah bisnis musiman seperti ini dapat bertahan dan berkelanjutan meskipun musim tersebut telah berlalu?

Baca juga: Strategi Pemasaran Baru Saat Menghadapi Pandemi

Dilansir dari Forbes ada 3 hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku bisnis musiman agar bisnisnya dapat menguntungkan sepanjang tahun, meskipun musimnya telah selesai.

Uang yang masuk harus bertahan sepanjang tahun.
Menurut data dari CB Insights menemukan bahwa 29% kegagalan bisnis kecil dapat dikaitkan dengan masalah arus kas, jadi sangat penting bagi pemilik bisnis musiman untuk menemukan cara bagaimana mengelola uang.

Memperkirakan biaya bisnis
Bisnis musiman tidak hanya mengalami pasang surut dalam hal penjualan dan pendapatan, tetapi juga dalam hal biaya, seperti biaya yang dihabiskan untuk inventaris, kepegawaian, dan banyak lagi.

Memilki dana darurat
Kita tidak akan pernah tahu hal apa yang akan terjadi di kemudian hari. Untuk itu memiliki uang tabungan pada bisnis merupakan hal yang wajib dilakukan. Kita tidak akan pernah tahu jika tiba-tiba mesin produksi yang kita miliki rusak dan menghambat proses produksi, sehingga perusahaan mengalami kerugian. Untuk itu, anggaran bisnis musiman harus disusun dengan mempertimbangkan kemungkinan ini, termasuk dana darurat. Dana darurat ini harus memiliki kriteria yang ketat mengenai penggunaannya agar tidak menjadi dana ‘nganggur’ yang akhirnya terpakai untuk kebutuhan lain yang tidak darurat.

Meskipun kebanyakan penjual banyak yang mengalami penurunan omset setelah berakhirnya musim tertentu, namun bukan berarti Anda tidak bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan bisnis Anda di luar musim tertentu. Beberapa penjual mengambil cara berbeda pada strategi bisnis musiman dengan memanfaatkan momentum liburan untuk mendorong pertumbuhan dengan cara yang bukan hanya relevan untuk liburan tetapi juga memiliki potensi penjualan sepanjang tahun.

Anda bisa menerapkan beberapa strategi berikut ini untuk membuat bisnis musiman Anda tetap mendapatkan keuntungan sepanjang tahun!

Baca juga: Tingkatkan Penjualan Dengan Strategi Marketing Ini

Eksperimen dengan Produk Baru

Pertama, buatlah konsumen mengeksplorasi varietas baru. Tidak ada salahnya bereksperimen menawarkan produk baru saat ‘musim kejayaan’ Anda berlalu. Siapa tahu produk tersebut laku keras di pasaran dan Anda bisa mengembangkan bisnis Anda. Tidak hanya untuk tetap mendapat pemasukan, cara tersebut juga mampu membantu mereka menjalin hubungan antara bisnis Anda dengan konsumen. Pada awalnya, konsumen Anda mungkin akan terkesan waspada dengan produk baru tersebut. Namun, dengan pendekatan yang tepat, mereka pasti akan menerimanya.

Jaring Pelanggan Sebanyak-banyaknya

Pada ‘musim kejayaan’ Anda berlangsung, jaring pelanggan Anda sebanyak-banyaknya dengan cara memberikan produk dan pelayanan yang terbaik. Dengan begitu mereka akan mengingat produk dan pelayanan Anda dengan ingatan yang baik. Karena mereka telah merasakan pelayanan dan produk yang luar biasa dari perusahaan Anda, sehingga pada kesempatan yang mendatang jika mereka ingin membeli produk serupa dengan yang Anda jual, mereka akan langsung teringat pada perusahaan Anda dan menjadi pelanggan setia Anda. Hal yang paling penting lainnya adalah selalu simpan data para pelanggan Anda untuk kepentingan dan keberlangsungan perusahaan Anda, tetapi juga sebagai koneksi antara Anda dengan para pelanggan setia Anda.

Menyimpan Database Pelanggan

Saat musim tertentu belalu, seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa kebanyakan bisnis musiman tersebut pun akan mengalami penurunan omset. Banyak dari mereka yang memutuskan untuk mencoba bisnis dengan variasi lain agar bisnis yang mereka jalankan dapat terus berjalan dengan lancar. Bagi Anda salah satunya yang sedang memulai sebuah bisnis atau usaha baru, tidak sedikit dari Anda yang seringkali merasa kebingungan harus mendistribusikan produknya kemana, mengingat produk yang Anda jual berbeda dengan produk sebelumnya dan musimnya pun berbeda.

Untuk itu, memiliki database pelanggan menjadi suatu hal yang penting. Database pelanggan yang akurat dan lengkap dapat diibaratkan sebagai senjata yang ampuh bagi para pebisnis karena database pelanggan memiliki banyak manfaat. Contoh database pelanggan antaralain: nomor identitas, nama dan alamat pelanggan, nomor telepon, alamat email, nomor handphone, riwayat transaksi, frekuensi pembelian, produk yang dibeli, nilai pembelian, dan cara pembayaran.

Cara pengaplikasikan database pelanggan misalnya dengan membuat event atau program untuk menjaga kedekatan dengan para pelanggan. memberikan ucapan selamat di hari ulang tahun konsumen, menyediakan produk limited edition untuk pelanggan VIP atau membentuk komunitas. Cara-cara tersebut dapat Anda terapkan untuk menjalin kedekatan dengan pelanggan. Dengan memberikan personal touch dalam berkomunikasi, maka akan membuat pelanggan merasa dihargai dan menjadi bagian penting dari bisnis Anda.

Meski pemasukan menjadi hal penting dalam bisnis, tetapi jangan lupa untuk tetap menjalin hubungan baik dengan konsumen. Anda bisa melakukan ini dengan mengirimkan email, sekaligus untuk mengingatkan mereka bahwa bisnis Anda masih berjalan.

Jadi, apakah Anda siap untuk mengalami keuntungan sepanjang tahun dengan strategi bisnis musiman ini?

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *