Studi Kasus: 4 Brand yang Memukau dengan Storytelling | Melon Branding

Dalam bisnis, storytelling adalah bagian penting dalam membangun brand-mu. Storytelling membantu membentuk cara orang dalam memandang brand dan memungkinkan konsumen mulai menjalin hubungan dengan brand-mu. Faktanya, sains mengkonfirmasi bahwa memang kita terprogram untuk senang dengan cerita dan bercerita. Kunci dari brand storytelling marketing strategy yang sukses adalah menjadi otentik. Artinya, apa yang kamu ceritakan dalam storytelling haruslah jujur apa adanya, tetapi juga dikemas dengan menarik.


 

Baru-baru ini, baik Samsung dan Huawei ketahuan berbohong tentang kamera ponsel cerdas mereka, mengklaim bahwa foto yang sebenarnya diambil oleh kamera DSLR yang kuat diambil oleh ponsel mereka. Itulah mengapa keotentikan dari sebuah brand storytelling sangatlah penting karena tujuan utama dari storytelling marketing ialah menarik perhatian audiens dengan perasaan. Namun, jika kepercayaan publik telah dipatahkan, maka tujuan dari brand storytelling marketing strategy tersebut tidak akan tercapai.

Companies that convey purpose and value can outperform their counterparts in stock price by a factor of 12 and have a profit performance ratio 750x higher than companies without shared values.”

– John Kotter & James Heskett


Berikut 4 contoh brand yang menggunakan storytelling sebagai strategi marketing mereka yang bisa kamu contek sebagai referensimu dalam membangun brand storytelling marketing strategy untung usahamu sendiri.

 

  • Nike



(Sumber: Pexels.com)

Nike telah memahami dan memanfaatkan kekuatan storytelling yang hebat lebih lama daripada kebanyakan netizen. Pada tahun 1999, brand tersebut merilis “iklan” satu menit yang memperingati karier Michael Jordan. Meskipun iklan tersebut milik Nike, tidak ada penyebutan brand, sampai detik-detik akhir iklan di mana terdapat tulisan slogan brand Nike “Just Do It” dan diikuti dengan logonya. 

  • Berbeda dari kebanyakan iklan pada saat itu, yang cenderung menonjolkan “jual, jual, jual”. Itulah yang membuat Nike menjadi brand storyteller terbesar hingga kini. Nike tahu bahwa dengan cerita yang otentik dan menarik perhatian emosional publik, Nike bisa meraih benefit yang sama besarnya dan bahkan lebih besar dari konsep marketing biasa yang monoton.



  • Amazon

(Sumber: iStock.com)

Banyak perusahaan kesulitan selama pandemi, tetapi Amazon memposisikan brand-nya sebagai penyelamat bagi jutaan konsumen. Akibatnya, sekarang nilai kapitalisasi pasarnya jauh di atas $1 triliun. Dengan harga saham rendah selama 52 minggu sebesar $2.881 dan tertinggi $3.773,08, kapitalisasi pasar Amazon telah berfluktuasi selama setahun terakhir. Dengan harga sahamnya $3.446.57 pada 28 Oktober, kapitalisasi pasar perusahaan berada di $1.75 triliun.

Meski begitu, bukan berarti mereka tidak perlu berinovasi. Amazon meluncurkan cara storytelling yang unik dengan Amazon Storybox yang merevolusi kemasan. Setiap Kotak Cerita memuat foto penjual dan Kode QR pada kemasannya. Memindai Kode QR mengarahkan pelanggan ke cerita penjual yang merupakan bagian di situs dan aplikasi Amazon India. Itu merupakan cara yang kreatif sekaligus menyentuh yang dipersembahkan oleh Amazon India.

Cerita yang akan kamu ceritakan tidak semuanya harus membuat orang tertawa atau menangis. Cerita tersebut hanya harus otentik, terbuka, dan jujur. Tunjukkan bahwa brand dan customer kamu adalah orang-orang dengan kisah nyata untuk diceritakan. Bagikan tentang brand-mu mengenai nilai inti, tujuan, keyakinan, dan misi. Buat dan bagikan konten, kembangkan komunitas yang aktif, dan ceritakan kisah yang penting bagi mereka.

.


  • IKEA

(Sumber: Pexels.com)

Perusahaan furniture Swedia IKEA menggunakan brand storytelling untuk meningkatkan nilai produk mereka. Contohnya, campaign Shelf Help Guru. Video ini menampilkan “Shelf Help Guru” bernama Fille Gute yang membawa pelanggan dalam perjalanan “shelf discovery” yang

meningkatkan kehidupan pribadi mereka (kamar tidur dan kamar mandi).

Video menarik tersebut mempermainkan antara kata-kata yang tidak pantas dengan cerita lucu, yang sebenarnya sedang menyampaikan pesan: perabotan itu lebih dari sekadar dekorasi. Perusahaan bahkan mempekerjakan seseorang untuk menjawab setiap pertanyaan secara pribadi, menyamar sebagai “Shelf Help Guru”. Jawaban ini melibatkan meme lucu dan tentu saja tautan ke produk IKEA yang relevan.

Lewat video Shelf Help Guru, brand storytelling tidak seharusnya membosankan. IKEA tahu betul bahwa konsumen mereka menyukai orisinalitas dan humor. Makanya, mereka memanfaatkan cerita yang dikemas dengan humor untuk merangkum pesan marketing dan promosi.


  • Dannijo

(Sumber: Dannijo.com)

Brand perhiasan Dannijo didirikan oleh kakak-adik perempuan, Danielle dan Jodie Snyder pada tahun 2008. Dengan lini produk yang telah berkembang, Dannijo kini memiliki jumlah followers lebih dari 200 ribu di Instagram. Mereka telah membangun basis penggemar penuh selebriti yang mencakup Rihanna, Sarah Jessica Parker, Natalie Portman, dan Beyoncé.

Dalam interview-nya, Danielle menjelaskan bahwa storytelling yang otentik adalah kunci untuk menciptakan brand lifestyle yang sukses. Dia mengatakan perusahaan perlu “menciptakan narasi yang begitu menarik bagi konsumen, mereka ingin membangun produk Anda ke dalam kehidupan mereka.”

Dannijo tidak hanya populer di kalangan orang kaya dan terkenal, tetapi juga populer di kalangan “tetangga” sebelah Anda. Itulah sebabnya Dannijo terasa dekat dan terjangkau bagi semua kalangan. Mereka secara teratur mengunggah video inspirasional seperti #ConversationPieces, wawancara santai antara salah satu kakak-adik tersebut dan tokoh berpengaruh lainnya. 

Apa yang benar-benar membuat konten Dannijo menonjol adalah bagaimana Danielle dan Jodie hampir selalu menjadi bagian dari brand storytelling. Kita pun juga bisa melihat mereka menjadi model dari produknya sendiri. Mereka—seperti halnya produk—adalah bagian dari brand.

Nah, itulah contoh brand dengan gaya storytelling marketing strategy mereka sendiri yang mampu memukau audiens. Kamu bisa mencontoh strategi marketing mereka dalam mempraktikkan storytelling brand-mu sendiri, lho!

Mau membangun brand storytelling strategy yang tepat sasaran untuk bisnismu? Atau kamu ingin membuat strategi marketing lainnya untuk brand kamuKonsultasikan ke kami sekarang juga melalui e-mail cs.melonbranding@gmail.com atau follow Instagram @melonbranding ya