Dalam zaman kini yang serba cepat, serba digital dan otomatis, kemanusiaan jadi salah satu kunci baru dalam publik. Internet terus-menerus memberi kita kemudahan dan kepuasan instan, membuat sentuhan kemanusiaan semakin langka dan didambakan. Maka dari itu, dalam industri ini, bisnis tidak lagi mampu menjadi entitas tanpa wajah. Brand identity atau brand image tidak lagi cukup dengan hanya mengandalkan baik profil brand seperti logo, visi dan misi, maupun desain-desain yang inovatif dan eye-catchy. Untuk bertahan, bisnis perlu terhubung dengan audiens, menarik hati sanubari mereka, dan terhubung dengan mereka secara lebih dalam. Di situlah brand storytelling strategy dihadirkan.

Marketing storytelling adalah narasi kohesif yang menyatukan fakta dan emosi yang dibangkitkan oleh brand. Selain memberikan customer alasan mengapa mereka harus membeli produk atau layanan, bisnis perlu mulai berbagi cerita di balik brand mereka. Contohnya seperti cerita mengapa brand itu ada, mengapa latar belakang sebuah brand tersebut penting, atau bisa saja mengenai jatuh bangunnya brand. Bukan hanya bagi brand itu sendiri, tetapi juga para customer agar dapat menilai langsung baik value dari produk maupun layanan yang ditawarkan brand tersebut. Storytelling atau teknik bercerita tersebut dilakukan secara konsisten di semua kesempatan untuk mendapatkan interaksi secara intens dan dua arah dengan customer atau audiens.

Storytelling adalah alat bisnis yang kuat dan keterampilan yang harus dikuasai oleh setiap bisnis untuk membangun brand yang kuat dan bertahan lama. Tidak mengherankan jika 10 perusahaan paling berempati teratas dalam Global Empathy Index termasuk di antara yang paling menguntungkan dan paling cepat berkembang di dunia.

Brand storytelling strategy tidak lagi hanya sekadar bagian dari agenda interaksi sampingan bersama customer atau audiens brand. Dengan mengandalkan media digital, penting bagi bisnismu memiliki storytelling sebagai bagian dari strategi marketing untuk meningkatkan visibilitas, brand awareness, keuntungan, dan dampak positif lainnya untuk bisnis kamu. 

Berikut alasan mengapa brand storytelling strategy menjadi alat marketing yang penting untuk bisnismu.

Menjadikan brand-mu tak terlupakan

Industri bisnis sangatlah luas dan “sesak” saat ini. Ada puluhan juta konten yang dibuat, dan bahkan lebih banyak lagi yang dibagikan setiap harinya. Kini bisnis rela menghabiskan miliaran dana di seluruh dunia hanya untuk memperebutkan beberapa detik perhatian dari audiens. Internet dan khususnya media sosial membuat segala macam marketing tersebut dapat diakses dengan sangat mudah dan cepat. Namun, hal tersebut juga mempersulit brand-brand berkualitas dapat menonjol di tengah publik.

Tidak cukup hanya memiliki produk atau layanan yang berkualitas, kamu juga perlu tahu bagaimana memberi kesan bahwa brand-mu berbeda dengan yang lainnya. Dengan demikian, audiens dan calon customer-mu dapat dengan mudah mengidentifikasikan bahwa brand kamu beda dari yang lain. Itulah mengapa brand storytelling strategy sangat penting.

Selain melemparkan fakta, statistik, dan testimonial ke audiens, fokuslah untuk membuat brand-mu terkesan bijaksana, mudah diingat, dan nyata. Bungkus pesan yang kamu sampaikan menjadi cerita yang membawa orang, menyederhanakan informasi, dan memancing respons emosional. Gunakan narasi untuk membagikan sejarah, tantangan, kesuksesan, dan proposisi nilai. Jangan lupa untuk memastikan bahwa cerita yang dibangun itu autentik. Karena, setiap brand dan setiap pengalaman memiliki cerita yang berbeda, jadi pastikan tidak ada brand lain yang memiliki cerita persis sepertimu. 

Tanyakan pada diri sendiri: brand-mu ingin dikenang karena apa? Apa pesan yang ingin kamu sampaikan kepada audiens? Apa yang kamu tidak ingin orang lupakan jika menyangkut brand-mu? Pertimbangkan emosi yang ingin kamu bangkitkan pada audiens setiap kali mereka berinteraksi dengan brand-mu. Audiens kamu mungkin melupakan apa yang kamu katakan, tetapi mereka tidak akan melupakan bagaimana kamu membuat mereka merasa. Sebab seperti scary marketing, storytelling marketing mengandalkan emosi karena hal tersebut  mendorong customer untuk membeli lebih dari logika.

Lebih dari sekadar customer, mereka adalah bagian darimu

Saat sedang membangun pesan dan kesan yang ingin kamu sampaikan, pikirkan tentang apa yang benar-benar dibutuhkan audiensmu dari brand selain produk atau layanan yang kamu jual. Kebutuhan tersebut salah satunya dapat berupa support.

Sebagai contoh, brand kecantikan, mereka seringkali bercerita proses dan latar belakang dalam menciptakan brand tersebut kepada audiensnya. Bagaimana owner brand tersebut mengalami masalah kulit atau penampilan sehingga membuatnya kurang percaya diri dan menyulitkan aktivitas sehari-harinya. Atau bagaimana ia melihat sendiri orang terdekat mengalami hal tersebut sehingga sang owner tergerak untuk menciptakan brand tersebut untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan serupa agar dapat merasa percaya diri. Brand tersebut akan menceritakan bagaimana tidak hanya melalui produk atau layanan yang mereka jual, tetapi brand mereka itu sendiri membantu mereka keluar dari masa-masa sulit tersebut. 

Agar sebuah brand dapat berkembang, diperlukan lebih dari sekadar awareness mengenai produk dan layanan yang dijual, di situlah brand storytelling strategy hadir. Pikirkan tentang emosi, nilai, dan ide apa yang dapat kamu tawarkan kepada audiens. Apa yang kamu ingin mereka rasakan ketika mereka berinteraksi dengan brand-mu? Value seperti apa yang kamu tawarkan kepada mereka setiap kali mereka terlibat dengan kontenmu? Apa arti brand-mu bagi mereka, di luar apa yang kamu jual? Hal yang tidak kalah penting lainnya adalah apa value mereka bagi brand-mu, di luar sebagai customer?

Gunakan ceritamu untuk menciptakan hubungan emosional yang mendalam: mulai percakapan, mintalah keterlibatan, libatkan audiensmu dalam keputusan bisnismu secara transparan agar mereka merasa suara mereka memang didengar. Itulah yang akan mengubah customer yang semula hanya memiliki esensi sebagai pembeli produk/layanan yang kamu jual, menjadi bagian dari brand-mu yang akan mendukung kesuksesanmu, mengikuti, setia, dan kembali lagi dan lagi.

Customer-mu merasa mereka lebih berarti dari sekadar angka

Di zaman sekarang ini, marketing tidak lagi menjadi pembeda utama dalam persaingan. Customer semakin menuntut brand dan bisnis untuk membuktikan bagaimana upaya mereka memberikan dampak, mendukung tujuan, dan mencapai hasil yang lebih dari sekadar keuntungan. Sebab kenyataannya, mengetahui bahwa brand atau bisnis yang mereka dukung tidak hanya mementingkan angka, membuat customer mau membeli lagi dan lagi.

Di marketplace yang ramai ini, di mana semua orang fokus untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat, lebih efisien, dan otomatis, jadilah brand yang berani menjadi seperti manusia. Tunjukkan pada customer bahwa kamu peduli terhadap brand dan mereka bernilai lebih dari sekadar angka. Apresiasi kehadiran mereka yang mendukungmu. Buat mereka sadar bahwa kamu menganggap mereka jauh lebih penting dari sekadar angka sehingga mereka merasa terlibat secara sangat personal. 

Nah, itu dia beberapa alasan mengapa brand storytelling strategy menjadi strategi marketing  yang penting untuk bisnismu saat ini. Tujuan utama storytelling marketing bukanlah terpaku pada seberapa besar keuntungan yang dapat ditembus melalui strategi marketing ini, melainkan bagaimana melibatkan customer-mu secara lebih personal dengan brand-mu.

Mau membuat membangun brand storytelling strategy yang tepat sasaran untuk bisnismu? Atau kamu ingin membangun strategi marketing lainnya untuk brand kamu? Konsultasikan ke kami sekarang juga melalui e-mail cs.melonbranding@gmail.com atau follow Instagram @melonbranding ya!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *