fbpx

Melon Branding

‘Habis Marketing 4.0, terbitlah Marketing 5.0’ mungkin menjadi istilah yang cocok mendeskripsikan strategi pemasaran masa kini. Dengan ilmu pemasaran yang semakin dinamis, of course there will be perubahan dalam penerapannya, salah satunya yaitu pilar penerapan Marketing 5.0 pada bisnis lintas industri.

Pendekatan pemasaran terbaru ini mulai populer berkat buku “Marketing 5.0: Technology for Humanity” karangan Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. As you know, teknologi seakan tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari sehingga menciptakan perubahan pada perilaku konsumen. Therefore, ilmu pemasaran menyerap perubahan ini dan memberikan solusi dengan menghadirkan Marketing 5.0. Uniknya, tak sedikit yang beranggapan teori pemasaran ini menawarkan jalan tengah antara peran teknologi yang semakin dominan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

Dibarengi dengan perekonomian Indonesia yang terus mengalami penurunan dari tahun sebelumnya akibat pandemi, mengedepankan rasa optimisme dan strategi marketing akan pertumbuhan bisnis di era Marketing 5.0 saja tak cukup. Kamu perlu mengombinasikan jiwa entrepreneurship dan kepemimpinan demi memperkuat bisnis. Then, apa saja tiga pilar penerapan Marketing 5.0 yang penting kamu kuasai? Berikut penjelasannya.

1. Strategi yang Terintegrasi dengan Teknologi

Ilustrasi Pilar Penerapan Marketing 5.0

Pesatnya perkembangan teknologi dan ekonomi di era 5.0 menuntutmu untuk berpedoman pada strategi bisnis yang matang, such as dengan memanfaatkan optimalisasi proses bisnis. Moreover, pendekatan pemasaran ini menggunakan rumus New Tech dan New CX (customer experience).

Tak cuma dituntut inovatif dan kreatif, but you also perlu mengimplementasikan strategi marketing yang progresif. Ambil contoh dalam penggunaan teknologi mutakhir melalui chatbot. Through this feature, customer experience yang kamu tawarkan semakin efisien, berarti, dan bisnismu mampu memberikan nilai lebih pada konsumen. That way, kamu bisa melatih jiwa entrepreneurship dan kepemimpinan yang baik.

2. Teknologi untuk Kepentingan Manusia

Optimalisasi bisnis dapat tercapai bila perusahaan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan manusia. Even so, teknologi yang dipilih perlu memiliki tiga sifat dasar yang menjadikannya ideal sebagai pilar perusahaan. Later, penggunaan teknologi ini membantu memaksimalkan pengalaman konsumen yang tentunya berdampak pada performa bisnismu.

1. Teknologi bersifat personal

Penerapan Marketing 5.0 melibatkan emosional konsumen dalam mencapai target perusahaan. As a result, pendekatan yang perlu kamu lakukan harus lebih personal sehingga menumbuhkan sense of control atau pilihan bagi konsumen.

2. Teknologi bersifat sosial

Selain lebih personal, usahakan teknologi mampu menjembatani keinginan manusia dan saling menghubungkan manusia. Through this trait, kamu bisa menciptakan komunitas yang tertarik dengan produkmu.

3. Teknologi bersifat terbuka

Sifat keterbukaan ini perlu ditonjolkan, especially dalam perbaikan. Bisnismu diharapkan mampu berinovasi dan kreatif pada pelayanan dan produk dengan melahirkan inovasi berbasis data. Perusahaan dituntut untuk berinovasi dan kreatif terhadap pelayanan serta produk dengan menciptakan inovasi berbasis data.

3. Sumber Daya Manusia yang Kompeten

SDM yang kompeten dalam mencapai perubahan.

Even though, teknologi membawa dampak besar bagi perkembangan dan keberlangsungan bisnis, tentunya kunci keberhasilan bisnismu ada di tangan sumber daya manusia (SDM). Sebagai penyeimbang pilar bisnis, diperlukan SDM yang kompeten dan tanggap dalam mencapai perubahan.

On the other hand, pelibatan teknologi tak hanya membangun customer experience yang mampu menyentuh emosi manusia, tapi juga memudahkan dan menjadikan manusia lebih tangkas. In conclusion,  SDM berperan sebagai produk paling penting dari bisnis sementara teknologi hanyalah pendukung.

Even though, teknologi membawa dampak besar bagi perkembangan dan keberlangsungan bisnis, tentunya kunci keberhasilan bisnismu ada di tangan sumber daya manusia (SDM). Sebagai penyeimbang pilar bisnis, diperlukan SDM yang kompeten dan tanggap dalam mencapai perubahan.

On the other hand, pelibatan teknologi tak hanya membangun customer experience yang mampu menyentuh emosi manusia, tapi juga memudahkan dan menjadikan manusia lebih tangkas. In conclusion,  SDM berperan sebagai produk paling penting dari bisnis sementara teknologi hanyalah pendukung.

Bila ketiga pilar bisnis pada penerapan Marketing 5.0 ini berjalan selaras, in that case, teknologi dapat memudahkan proses bisnis agar lebih baik sehingga menciptakan customer experience yang baru.

Bila kamu tertarik mengembangkan bisnis dengan pendekatan Marketing 5.0, percayakan pada Melon Branding Agency. Strategi marketing yang bisa diimplementasikan berupa market search, data-driven marketing, dan masih banyak lagi. Hubungi kami lebih lanjut melalui cs.melonbranding@gmail.com atau kunjungi Instagram @melonbranding ya!

Postingan Terbaru

Ingin Meningkatkan traffic Anda secara signifikan?

Setiap bisnis membutuhkan lebih banyak lalu lintas untuk situs web mereka, yang membawa kesadaran dan konversi. Kami tahu cara terbaik melalui aktivasi Digital Marketing untuk Anda.

Post Views: 934
Open chat
Welcome to Melon Branding 👋
Can we help you?