fbpx

Melon Branding

Seiring dengan zaman yang berkembang, bukan hanya teknologi saja yang berubah, tapi juga marketing alias pemasaran, yang tentu gak asing buat kamu yang punya bisnis online maupun offline. Oleh sebab itu kini muncul strategi Marketing 5.0.

Menjalankan bisnis di era digital memang gampang tapi susah. Gampang karena dengan program pemasaran 5.0 sangat membantu aktivitas perusahaan. Tetapi di satu sisi relatif susah karena strategi bisnis ini harus memakai teknologi yang dikelola dengan baik oleh manusia.

1. Kenal Lebih Dekat dengan Marketing 5.0

Marketing 5.0
Bagaimana sih cara mengimplementasikan strategi marketing 5.0? Ikuti cara berikut

Sebelum bahas strategi Marketing 5.0 lebih detail, tahukah kamu bahwa konsep marketing sudah ada sejak lama dan terus berkembang? Dan apa perbedaan dari setiap perkembangan marketing tersebut?

 

Secara umum, Marketing 1.0 hingga Marketing 3.0 adalah pemasaran era tradisional. Sementara itu, Marketing 4.0 menjadi awal pemasaran digital dengan gabungan interaksi online dan offline di antara bisnis dan konsumen. Adapun Marketing 5.0 menyeimbangkan peran teknologi dengan value yang humanis. Perbedaan lebih rincinya, simak daftar berikut.

1. Marketing 1.0: pengusaha memproduksi barang sebanyak mungkin.

2. Marketing 2.0: pengusaha mulai memperhatikan konsumen, namun masih menganggap mereka sebagai objek saja.

3. Marketing 3.0: pengusaha memperhatikan konsumen dan juga visi misi dan value dari marketing.

4. Marketing 4.0: pengusaha mulai menekankan digital marketing dengan menggabungkan pemasaran online dan offline.

5. Marketing 5.0: strategi pemasaran mengkombinasikan teknologi dengan New Customer Experience (CX) yang terjadi pada setiap tahapan customer journey.

Dengan begitu, kita dapat memahami Marketing 5.0 sebagai versi upgrade atau model pemasaran terkini sebagai jalan tengah antara peran teknologi dengan nilai yang lebih humanis sehingga dipersiapkan untuk masa depan.

Lalu kenapa waktu yang dipilih adalah masa depan? Seperti yang kita tahu, penggunaan gawai (gadget) kini dinilai cukup vital dalam keseharian. Pada dasarnya, manusia mencari teknologi yang tepat guna membantu pekerjaan, yang dalam hal ini adalah pemasaran. Alhasil, Marketing 5.0 fokus menciptakan customer experience melalui pemanfaatan teknologi. 

Sebelumnya, banyak bisnis maupun individu melakukan pemasarandari mulut ke mulut, brosur, maupun cara-cara tradisional lainnya. Berkat teknologi terbaru, kamu cukup menekan tombol di ponselmu untuk melakukan pemasaran.

2. Elemen Marketing 5.0

Perlu kita pahami Marketing 5.0 meniru aktivitas manusia dalam menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan meningkatkan nilai customer journey. Keberhasilan penerapan pendekatan ini bergantung pada simbiosis seimbang antara manusia dan kecerdasan komputer. Selain itu, dalam praktiknya, sejumlah elemen juga mendukung penerapan Marketing 5.0. Cek penjelasannya di bawah ini.

Data-driven Marketing

Elemen Marketing 5.0 yang mengumpulkan dan menganalisis big data dari sumber internal maupun eksternal dikenal sebagai data-driven marketing. Data yang kamu dapatkan memungkinkan pembangunan ekosistem data guna mendorong dan mengoptimalkan keputusan marketing. Dengan prinsip ini, elemen Marketing 5.0 mengandalkan data untuk membuat keputusan.

Agile Marketing

Selain data-driven marketing, elemen Marketing 5.0 yang tak kalah penting adalah agile marketing, yang merujuk pada penggunaan strategi taktis tim dalam membuat konsep, merancang, mengambangakan, dan memvalidasi produk dan kampanye pemasaran dengan tepat sasaran. Dengan penguasaan elemen ini, kamu bisa menghadapi perubahan pasar yang dinamis.

Predictive Marketing

Pada predictive marketing, kegiatan memutuskan strategi dan teknik pemasaran yang potensial berpedoman pada penggunaan ilmu data dan analitik. Selain big data, elemen Marketing 5.0 juga menggunakan data mining, pemodelan statistik, artificial intelligence atau machine learning, dan sejumlah proses lainnya untuk mengembangkan perkiraan perilaku pelanggan (customer behavior) yang akurat.

Contextual Marketing

Adu juga contextual marketing yang merujuk pada kegiatan mengidentifikasi, membuat profil, dan memfasilitasi pelanggan dengan interaksi yang dipersonalisasi dengan memanfaatkan sensor dan antarmuka digital di ruang fisik. Elemen Marketing 5.0 ini memungkinkan pemasar (marketer) untuk menjalankan pemasaran one-to-one secara real time tergantung pada konteks pelanggan.

Augmented Marketing

Elemen Marketing 5.0 yang terakhir adalah penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas pemasar dalam menghadapi pelanggan dengan teknologi yang meniru manusia, contohnya chatbots dan virtual assistants. Elemen ini adalah kunci utama yang memastikan pemasar menggabungkan kecepatan dan kenyamanan antarmuka digital (digital interface) dengan empati manusia.   

3. Tren Marketing 5.0

Marketing 5.0
Dengan menerapkan strategi marketing 5.0, Anda dapat memaksimalkan potensi bisnis Anda

Berbicara mengenai pergerakan Marketing 5.0 yang cukup pesat, ada lima tren yang turut andil di dalamnya, mulai dari jumlah generasi digital savvy, dampak positif dan negatif digitalisasi, perkembangan teknologi yang kian mutakhir, simbiosis antara manusia dengan teknologi hingga  adopsi phygital lifestyle, gaya hidup yang memanfaatkan teknologi digital demi memperkaya pengalaman pengguna dan memberi kemudahan dalam beraktivitas.

Bahkan, Marketing 5.0 melahirkan sejumlah istilah baru, yaitu Next Tech dan New CX (Customer Experience). Pada era ini, pemanfaatan teknologi untuk kepentingan manusia berguna untuk mengoptimalisasi bisnis.

Next Tech

Next Tech atau bionics merujuk pada sinkronisasi antar teknologi dan manusia. Dalam konsep ini, teknologi mencoba meniru aktivitas manusia, misalnya cara berpikir, menentukan keputusan, dan aktivitas keseharian lainnya. Contoh yang familiar adalah teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Selanjutnya, ada juga teknologi Natural Language Processing (NLP) yang mampu mereplikasi kemampuan komunikasi manusia, yang tak jarang kurang terstruktur. Tak sampai di situ, kemampuan sensing manusia melahirkan sensor tech, kemampuan bergerak dengan robotik, kemampuan berimajinasi dengan mixed reality, dan kemampuan berkoneksi dengan Internet of Things (IoT) dan Blockchain.

New CX

Bila Next Tech fokus pada perkembangan teknologi, New CX membahas jejak konsumen di setiap tahapan 5A, yaitu Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate yang bisa berpindah-pindah dari kanal offline maupun online. Untuk lebih rincinya, simak penjelasan berikut.
Aware: Konsumen mengenal produk atau jasa yang kamu tawarkan.
Appeal: Konsumen mulai tertarik dengan produk atau brandmu.
Ask: Konsumen mencari tahu lebih dalam mengenal produk atau brandmu.  
Act: Konsumen melakukan pembelian usai merasa yakin dengan informasi dari produk atau brand yang kamu tawarkan.
Advocate: Konsumen yang merasa puas dengan produk atau brandmu merekomendasikan layanan ini kepada orang lain.

Sekilas, konsep ini menyerupai model pemasaran dasar seperti marketing funnel dan AIDA model marketing. Bedanya, Marketing 5.0 menggabungkan peras teknologi dengan sentuhan manusia.

4. Formulasi Marketing 5.0

Marketing 5.0 dibedah lebih dalam pada “Marketing 5.0”, buku karya Founder dan Chairman Markplus Inc., Hermawan Kartajaya, Iwan Setiawan, dan Philip Kotler. Masuk dalam daftar Buku Bisnis Terbaik 2021 versi Soundview, buku ini diterbitkan ke dalam 15 bahasa dalam kurun waktu 8 bulan sejak cetakan pertama. Dalam buku ini, Marketing 5.0 diformulasikan dalam bentuk berikut.

Marketing 5.0 = New Tech x New CX

Artinya, gabungan Next Tech dan New CX menghasilkan customer experience yang semakin efisien sehingga bisnismu dapat menawarkan lebih banyak value pada konsumen. Kuncinya terletak pada kemampuan manusia untuk bisa mengungguli teknologi. Seperti yang diketahui, teknologi berpikir dengan membaca perilaku dan rutinitas manusia, sementara manusia dibekali pemikiran dan kreativitas yang lebih maju dibandingkan mesin.

Karenanya, ada baiknya kamu memisahkan pekerjaan rutin dalam perusahaan. Tak ada salahnya mengadopsi konsep Marketing 5.0 untuk pekerjaan yang bisa ditangani mesin atau robot. Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan pemikiran, kreativitas, dan pengawasan tetap perlu diserahkan kepada manusia.

5. Penerapan Marketing 5.0

Perbesar potensi bisnis Anda dengan menggunakan strategi marketing 5.0
Anda membutuhkan partner dalam implementasi marketing 5.0? Hubungi kami!

Perubahan dalam Marketing 5.0

Peralihan Marketing 4.0 menjadi Marketing 5.0 terbilang cukup cepat. Dalam penerapannya, teknologi Marketing 5.0 menggabungkan teknologi dan manusia guna memudahkan pekerjaan. Terlepas dari kecanggihan ilmu teknologi, manusia tetap harus memegang kendali lantaran perlu dikelola oleh manusia. Singkatnya, teknologi melakukan pendataan, tapi manusia yang mengelaborasi dan membuat keputusan.

Dengan begitu, Marketing 1.0 hingga Marketing 3.0, yang masih mengadopsi sistem pemasaran tradisional, mulai berkembang menjadi Marketing 4.0, lalu mengarah ke Marketing 5.0.

Penerapan pendekatan Marketing 5.0 untuk perusahaan memerlukan otomatisasi dengan memisahkan proses bisnis yang berhubungan dengan rutinitas dan proses yang memerlukan pengawasan secara langsung. Sebagai contoh, tak sedikit perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk  memasukkan data lantaran lebih efisien. Meski begitu, manusia tetap perlu andil dalam mengawasi dan memeprtimbangkan keputusan supaya hasil kerja lebih optimal.

Lebih lanjut, penggunaan teknologi tepat sasaran justru memudahkan pemasar dalam mengenal konsumen lebih personal sehingga mampu memberikan pengalaman yang menyentuh demi membangun kepercayaan dan advokasi konsumen lainnya. Seperti halnya penerapan market research yang menguntungkan bisnis dalam menyasar target secara tepat sasaran, bahkan memperluas pemasaran sampai ke luar negeri di beberapa platform berbeda secara bersamaan.

Tak sampai di situ, perpaduan antara manusia dan mesin berjalan lebih baik dibandingkan masing-masing keahlian manusia maupun kehebatan mesin. Alhasil, tak mengherankan bila teknologi AI kini  mulai berkembang menjadi intelligence amplification (IA) yang mampu meningkatkan kecerdasan manusia dengan teknologi komputasi. Dari segi fungsi, IA bermanfaat menambah human experience dalam proses pemasaran. Pasalnya, marketing hadir dengan dua peran utama, yaitu layanan (services) dan penjualan (sales). Berkat IA, mesin menciptakan produktivitas dan manusia meningkatkan efektivitas marketing dengan membangun kepercayaan dan fleksibilitas.

6. Tantangan Dalam Penerapannya

Selain elemen dan penerapannya, Marketing 5.0 juga merinci sejumlah tantangan dalam pemasaran yang mungkin muncul di masa depan, seperti sikap dan perilaku berbeda antara generasi yang membutuhkan treatment khusus dari pemasaran.

Kita ambil contoh Generasi Alpha dan sebagian generasi Z yang berkeinginan besar merasakan ketertarikan dengan merek yang digunakan. Ada juga generasi Z dan generasi Y yang mengandalkan pengalaman merek. Di lain pihak, Generasi X dan Generasi Baby Boomer cenderung bergantung pada merek dengan reputasi baik di pasaran. Keberadaan perbedaan masing-masing generasi ini melahirkan gap yang perlu dipahami oleh pemasar.

Tak hanya dari segi generasi, tantangan ini juga menciptakan konsumen dalam kelompok berbeda, misalnya berdasarkan preferensi, ideologi, gaya hidup, dan segmen pasar. Dalam buku “Marketing 5.0” hal ini dikenal dengan istilah polarisasi. Untuk meminimalisir isu ini, pemasar dapat menciptakan produk dan pemanfaatan content marketing yang berhubungan dengan kebutuhan konsumen.

Tak kalah penting, kemajuan teknologi hadir lengkap dengan segala keuntungan dan kerugiannya. Teknologi membantu membangun komunikasi, menciptakan pengalaman konsumen dari segi pemanfaatannya, dan menetapkan keinginan individu dari konsumen.

Di lain pihak, teknologi juga diibaratkan bak pisau bermata dua dimana kehadiran teknologi memicu kekhawatiran, misalnya masalah keamanan dan privasi, masalah mental akibat penggunaan teknologi secara berlebihan, berita hoaks, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan

Strategi Marketing 5.0 berperan penting dalam efisiensi dan efektivitas pemasaran di era digital sehingga menciptakan customer experience yang lebih personal. Bila kamu tertarik mengembangkan bisnis dengan pendekatan Marketing 5.0, percayakan pada Melon Branding Agency. Strategi marketing yang bisa diimplementasikan berupa market search, data-driven marketing, dan masih banyak lagi. Hubungi kami lebih lanjut melalui cs.melonbranding@gmail.com atau cek Instagram @melonbranding ya!

Melon 3

Ingin Meningkatkan traffic Anda secara signifikan?

Setiap bisnis membutuhkan lebih banyak lalu lintas untuk situs web mereka, yang membawa kesadaran dan konversi. Kami tahu cara terbaik melalui aktivasi Digital Marketing untuk Anda.

Post Views: 1,361
Open chat
Welcome to Melon Branding 👋
Can we help you?